dan engkau hanya bisa berusaha dengan apa yang ada..bukan berarti Engkau pasrah akan takdir darinya...Takdir bis engkau rubah dan sama juga dengan nasib..itu hanya sebuah kata kiasan yang dimana Nasib dan takdir itu berbeda..itu hanya sebuah kata2 yang memperhalus sebuah perumpamaan...Sang penguasa tidak diam saja, Ia mendengar, Ia melihat, Ia merasakan, dan bahkan Ia tidak tidur...untuk apa...hanya ingin melihat "KITA" apakah kita menjalankan semua yang Ia perintahkan dan menjauhi semua larangannya...Agar kelak ditempatnya menjadi tempat yang paling indah dan bahkan tempat yang paling luar biasa...yang engkau tak dapat mengucapkan satu patah kata pun.enkau hanya bisa melihat, dan merasakan..

belajar
BalasHapus